Minggu, 02 Desember 2012

Cara Mengekspor Hasil Budidaya Rambutan

Budidaya Rambutan, Cara mengekspor hasil budidaya rambutan

Agar Rambutan Layak Ekspor

Maksimal 7 hari setelah panen rambutan harus sudah tiba di tangan konsumen. Ketepatan waktu petik dan penanganan pascapanen yang benar dapat mempertahankan penampilan agar layak ekspor.
Rambutan layak ekspor harus segar, warna seragam, diameter buah minimum 2,5 cm, dan bobot minimum 30 gram per buah. Kulit bebas dari kotoran, bekas gigitan serangga atau penyakit, dan kerusakan fisik pada kulit dan rambut (spintern). Daging buah tebal dan ngolotok – mudah dipisahkan dari kulit biji. Persentase bagian daging harus besar. Warna daging harus transparan dengan kadar manis 18 briks-20 briks. Tidak boleh ada perubahan rasa saat dikonsumsi, misalnya menjadi tawar atau masam.

Cara pemanenan

Panen rambutan berlangsung pagi atau sore hari agar suhu agak rendah. Pemetikan dalam satu pohon dilakukan bertahap sesuai tingkat kematangan. Penentuan waktu panen dilihat dari penampilan buah di pohon. Bila 80% - 90% kulit telah berwarna merah bercampur sedikit hijau-kuning, berarti saat panen tiba. Kondisi ini terjadi sekitar 15-18 minggu setelah penyerbukan, tergantung kultivar. Bisa juga dihitung sejak bunga mekar, yaitu 90-120 hari.

Pemetikan dengan memotong tangkai buah sekaligus dalam satu dompolan (bunches). Pakai gunting pangkas atau gunting khusus. Pemetikan yang keliru menyebabkan kerusakan mekanis dan kering karena kehilangan banyak air.

Setelah dipetik buah tidak boleh mengenai tanah, melainkan ditampung dalam keranjang plastic. Keranjang sebaiknya tidak terlalu dalam dan berventilasi baik. Buah di dalam keranjang tidak boleh ditumpuk terlalu penuh agar rambut tidak rusak.

Kerusakan pada rambut menghilangkan kadar air dalam buah. Akibatnya buah menjadi tidak segar, berwarna cokelat, dan mengurangi daya simpan  sehingga menurunkan harga jual.
Selama proses pemetikan hingga dibawa kegudang pengepakan, hindari sengatan terik matahari langsung. Cahaya berlebihan mempercepat penguapan air dari buah.

Cara pengemasan

Di gudang pengepakan berlangsung beberpa tahap penanganan: sortasi, pencucian, dan pengemasan. Rentang waktu pemetikan dan pengemasan sebaiknya sesingkat mungkin.
Sortasi buah berdasarkan ukuran (bobot dan diameter), dan kualitas fisik. Setelah itu buah dicuci untuk menghilangkan debu, serangga, atau kotoran lain yang masih menempel. Pencucian dilakuakn terpisah berdasarkan kelas hasil sortasi untuk mneghindari kerusakan mekanis. Diperlukan bak cuci berbentuk empat persegi panjang. Idealnya bak terbuat dari bahan fiberglas atau logam anti karat. Pencucian selama 5-10 menit dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak rambut buah.

Selain dicuci, rambutan perlu direndam atau diguyur dengan larutan fungisida untuk menghindari penyakit pascapanen. Fungisida yang sering dipakai ialah benomil dengan konsentrasi 1.000 ppm, atau larutan soda 1,5% selama 3-5 menit. Setelah itu rambutan dikering-anginkan sebelum dikemas.
Pada saat akan dikemas rambutan harus betul-betul kering. Ukuran kemasan dibuat sesuai berat dan kelas buah supaya tidak berdesakan dalam wadah. Sebelum dimasukan ke karton, rambutan dikemas terlebih dahulu dalam baki Styrofoam, keranjang jala, atau dibungkus plastic film.

Bila dikemas tanpa pembungkus, rambutan harus berada sekitar 2 cm dari permukaan dinding kotak bagian dalam. Kotak karton standar ISO biasanya berukuran 40cm x 20cm x 9cm. stiker diperlukan untuk memberikan informasi tentang negara  produsen, varietas, bobot bersih, dan nama pengirim / pengekspor.

Rambutan bisa disimpan diruangan bersuhu 10°C - 12°C  dengan kelembapan 85% - 95% sebelum dikirim. Pre-cooling  dilakuakan selama 2 – 3 jam menggunakan palet atau rak di dalam ruangan pendingin. Waktu pre-cooling menjadi 8 – 12 jam kalau sudah dikemas dalam kotak karton. Kalau mungkin, rambutan dikirim pada hari yang sama segera setelah diberi perlakuan pascapanen. (Sumber TRUBUS, Penulis: Ir. Nancy Martasuta, Ahli alih informasi pertanian Thailand – Indonesia)

Bambu betung


bambu raksasa
Bambu betumg adalah keluarga dari Poaceae dan subfamili Bambusoideae. Giganteus Dendrocalamus, adalah salah satu spesies bambu tertinggi di dunia. Bambu ini dikenal sebagai raksasa Bambu atau Naga Bambu di china dan malaysia. Ini raksasa rumpun, Di Myanmar, Bhutan, China dan Thailand. Bambu merupakan salah satu tanaman yang tumbuh tercepat di dunia karena sistem yang unik rimpang nya. Bambu raksasa dapat mencapai hingga 30 meter dengan diameter 15-30 cm. Daunnya dapat tumbuh hampir 61 cm panjang dan 10 cm lebar. Kebanyakan bunga bambu jarang, dan telah dilaporkan bahwa siklus pembungaan untuk bambu raksasa dan biji-pengaturan dapat berada di setiap interval 29 tahun, 40 dan 43. 
Studi fenologi tentang bambu betung dilakukan di berbagai tempat di Asia tidak bisa menyimpulkan masa jeda yang tepat untuk bambu raksasa berbunga, sehingga interval yang tepat diyakini bervariasi karena kondisi pertumbuhan. Itu juga mengamati bahwa rumpun yang telah menjalani berbunga tidak selalu mati seperti pada jenis lain dari bambu. Dendrocalamus giganteus sangat berguna untuk konstruksi, tiang kapal, rumah bambu, pipa air, mebel, produksi kertas dan kegunaan lainnya. Sementara tunas muda digunakan sebagai sumber sayuran, selubung bambu yang digunakan untuk membuat topi. Bambu raksasa terjadi secara alami di dataran tinggi tropis yang lembab atau lereng bukit, biasanya sampai dengan 1.200 m ketinggian. Hal ini juga dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah yang kaya di tanah aluvial loam dengan kelembaban yang tinggi.   Musim berbunga bambu betung ada yang mencatat terjadi pada pada tahun 1953, 1991 terjadi interval atau jarak yang lumayan lama

Label