Kamis, 28 Februari 2013

Budidaya Mangga Gadung


Budidaya Mangga Gadung (ragambudidaya) -Mangga ini banyak ditemukan di sentral produksi mangga di jawa timur, yakni di probolinggo. type mangga ini cukup popular di kelompok umur pengagum buah mangga. terasa yang manis layaknya mangga arumanis adalah di antara keistimewaannya. wujud buahnya lalu serupa dengan mangga arumanis, yakni bulat panjang, berlekuk, serta berparuh jelas. kulit buahnya berwarna hijau – meskipun_ buah telah tua – dengan bintik-bintik kelenjar berwarna keputihan. daging buah tidak tipis serta berwarna kuning kemerahan. terasa manis fresh serta aromanya harum. ukuran buahnya terhitung agak besar, berat rata-rata 400-450 g.

Faedah
Sebagai buah meja atau sebagai minuman.

Syarat tumbuh
Tanaman mangga terhitung tanaman dataran rendah. tanaman ini bisa tumbuh serta berkembang baik di tempat dengan ketinggian pada 0-300 m diatas permukaan laut. walau demikianlah, tanaman ini juga tetap bisa tumbuh hingga ketinggian 1. 300 m diatas permukaan laut. tempat dengan curah hujan pada 750-2. 250 mm per th. serta temperatur 24-27° c adalah area tumbuh yang baik untuk tanaman buah ini. type tanah yang disukainya yaitu tanah yang gembur, berdrainase baik, ber-ph pada 5, 5-6, serta dengan kedalaman air tanah pada 50-150 cm.

Dasar budidaya
Perbanyakan tanaman : biasanya, tanaman mangga diperbanyak dengan okulasi, meskipun bisa juga dengan sambung pucuk serta cangkok. sebagai batang bawah dipakai semai mangga madu, cengkir ( indramayu ), serta bapang. pemakaian bibit dari biji tidak dibenarkan, jika untuk batang bawah. batang bawah yang tidak cocok ( inkompatibel ) punya pengaruh kurang baik pada perkembangan serta pembuahan ( produksi buah, wujud buah, serta rasa daging buah ) batang atas. pembuatan bibit ( semaian serta okulasi ) umumnya segera dikerjakan di kebun. lantas, dipindahkan ke polibag sesudah tinggi tunas lebih kurang 20 cm. budi daya tanaman : bibit ditanam didalam lubang tanam berukuran 60 cm kali 60 cm kali 50 cm dengan jarak tanam 8-12 m. tiap-tiap lubang diberi pupuk kandang yang sudah lantas sejumlah 1-2 blek bekas minyak tanah atau 20 kg. bibit okulasi ditanam di tempat sesudah meraih ketinggian kian lebih 75 cm. pupuk buatan yang didapatkan berbentuk campuran 200 kg urea, 500 kg tsp ( 667 kg sp-36 ), serta 150 kg kcl per hektar atau 200 g urea, 500 g tsp, serta 150 g kcl per tanaman.

Pemeliharaan
Pemupukan dikerjakan empat kali dengan selang tiga bln.. dosisnya meningkat cocok dengan usia tanaman. sesudah meraih tinggi 1 m, bibit dipangkas pada perbatasan bidang perkembangan supaya bisa bercabang banyak. cabang ini dipelihara 2-3 tunas per cabang. pemangkasan diulang sesudah cabang baru meraih panjang 1 m, demikianlah selanjutnya sampai didapatkan susunan 1-3-9 cabang.

Hama serta penyakit
Hama yang merisaukan yaitu penggerek batang ( cryptorrhynchus sp. ) serta kumbang cicade ( idiocerus niueosparsus ). Serangga hama pengisap idiocerus amat mengakibatkan kerusakan bunga mangga sampai berguguran. jumlah bunga betina rendah dengan pembuahan oleh tepung sari yang lemah. serangan serangga ( wereng ) mengakibatkan produksi mangga rendah. hama ini bisa diatasi dengan semprotan insektisida sistemik tamaron 0, 2%. pemberian insektisida melewati infus lebih disarankan untuk hindari dampak buruk pada kumbang penyerbuknya. penyakit yang kerap menyerang, terlebih di tempat beriklim basah yaitu penyakit blendok ( lh’plodia sp. ), mati pucuk ( gloeosporium sp. ), serta penyakit pascapanen ( botryodiplodia sp. ) yang mengakibatkan buah mangga cepat membusuk di bagian pangkalnya. tetapi, penyakit ini bisa menyerang batang sambungan bibit mangga apabila situasi lingkungan tanaman lembap serta dingin. serangan diplodia yang amat mengakibatkan kerusakan batang bisa diatasi oleskan larutan benlate 0, 3% atau lisol 20-50% pada luka yang sudah dibersihkan lebih dulu.

Panen serta pasca panen

Buah mangga dipanen sesudah tua benar. cirinya, sisi pangkal buah sudah membengkak rata serta warnanya mulai menguning. pemungutan buah yang belum tua benar mengakibatkan terasa agak asam serta kelat ( mutu rendah ). usia buah dipanen kurang lebih 4-5 bln. ( 110-150 hari ) sejak bunga mekar ( anthesis ). pemetikan mesti hati-hati, tidak bisa jatuh, serta getahnya tidak bisa tentang buah mangga tersebut. biasanya, tanaman mangga berbunga pada bln. juli-agustus. buah masak bisa dipanen pada bln. september-desember. buah mesti dibersihkan dari kutu, jelaga, serta getah yang melekat.

-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label