Sabtu, 18 Mei 2013

Budidaya daun bawang



budidaya daun bawang

Budidaya daun bawang (ragambudidaya) -Sebagai hasil dari tanaman yang umum dipakai dalammasakan indonesia. disamping itu, pada acara-acara besar lebar tersebut. beberapa besar orang indonesia bisa jadi kurang bila tidak menggunakanbawang daun saat memasak. oleh dikarenakan itu, budidaya bawang perai masihdikembangkan. 

Umumnya, daun bawang dapat style tambahan lezat saat ditambahkan ke dalam sayuran di samping kentang serta opor ayam kupat. mengingat pentingnya daun bawang.

Pembibitan dengan persemaian 
  • Benih disemaikan dalam bedengan dengan lebar 100-120 cm serta panjang tempat. tanah diolah sedalam 30 cm campur pupuk kandang yang sudah diayak sejumlah 2 kg/m. 
  • Bedengan diberi atap plastik bening setinggi 100-150 cm di segi timur serta 60-80 cm di segi barat. 
  • Benih ditaburkan didalam larikan melintang sedalam cm dengan jarak antar larikan 10 cm. 
  • Tutup dengan daun pisang/karung goni basah. 
  • Sesudah berkecambah penutup di buka. 
  • Penyiraman tiap-tiap hari. 
  • Tanaman dipupuk dengan pupuk daun sejumlah 1/3 - 1/2 dosis saran dengan langkah semprot ( umur 1 bln.). 
  • Bibit berusia 2 bln. dengan ketinggian 10-15 cm siap dipindah tanamkan. 


Pembibitan dari anakan 
  • Rumpun yang dapat jadikan bibit berusia 2, 5 bln. serta sehat. 
  • Rumpun dibongkar berbarengan akarnya, bersihkan tanah yang melekat serta akar/daun tua. 
  • Pisahkan rumpun hingga diperoleh sebagian rumpun baru yang terdiri atas 1-3 anakan. 
  • Buang beberapa daun. 
  • Bibit disimpan di area lembab serta teduh sepanjang 5-7 hari. 

Pengolahan lahan 
  • Pengolahan tempat dikerjakan 15-30 hari 
  • Sebelum saat tanam. 
  • Pembedengan untuk tanah sawah/tanah darat ( tempat kering ) : 
  • Bersihkan areal dari gulma serta batu/kerikil. 
  • Olah tanah sedalam 30-40 cm sampai gembur. 
  • Bikin parit untuk pemasukan serta pengeluaran air. 
  • Bikin bedengan selebar 80-100 cm, tinggi 30 cm dengan lebar antar bedengan 25-30 cm. 
  • Campur merata dengan tanah, 10-15 ton/ha pupuk kandang serta ratakan permukaan bedengan. 
  • Pengapuran dikerjakan bila tanah ber-ph 6. 5 dengan 1-2 ton/ha kapur dolomit digabung merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm. 
  • Perkiraan dosis serta waktu aplikasi pemupukan di sajikan pada tabel 

budidaya daun bawang
Penanaman 
  • Umumnya ditanaman dengan pola tanam tumpang sari. 
  • Bibit ditanam diantara tanaman utama yang berusia lebih panjang dari bawang daun. 
  • Sebelum saat kanopi tanaman utama saling menutup, bawang daun mesti telah dipanen. 
  • Sistem tumpang sari yang saat ini banyak ditanam yaitu dengan tanaman cabe, wortel serta sayuran daun lain. 
  • Waktu tanam terbaik awal musim hujan ( oktober ) atau awal kemarau ( maret ). 
  • Lubang tanam dibikin pada jarak 20 kali 20 cm sedalam 10 cm. sebelum saat penanaman, bibit dari persemaian dicabut dengan hati-hati, beberapa akar serta daun dipotong. 
  • Beberapa akar dari bibit dari rumpun induk juga dibuang. 
  • Rendam dalam larutan fungisida konsentrasi rendah ( 30-50 prosen dari dosis saran ) sepanjang 10-15 menit. 
  • Tanam bibit dalam lubang serta padatkan tanah di lebih kurang pangkal bibit pelan-pelan. 

Pemeliharaan 
  • Penyulaman sangat lama 15 hari sesudah tanam. 
  • Gulma disiangi 2 x, yakni umur 3-4 minggu serta 6 minggu dengan cangkul/kored. 
  • Pembubunan sisi basic tunas sepanjang 4 minggu sebelum saat panen 
  • Potong tangkai bunga serta daun tua untuk merangsang perkembangan anakan. 
  • Siram 2 kali sehari 
  • Tidak bisa becek/terlalu basah. 
  • Penyemprotan pestisida pakai bila butuh /jika telah ada sinyal tanda awal timbulnya hama serta penyakit. 

Hama serta penyakit 
  • Ulat bawang/ulat grayak ( spodoptera exiqua hbn. ) pengendalian : langkah pergiliran tanaman dengan tanaman bukan hanya liliaceae serta pengendalian kimia dengan hostathion 40 ec, orthene 75 sp, cascade 50 ec atau dengan perangkap ngengat. 
  • Ulat tanah ( agrotis ypsilon hufn. ) pengendalian mekanis : menghimpun ulat pada malam hari, melindungi kebersihan kebun serta pergiliran tanaman dengan tanaman bukan hanya liliaceae. pengendalian kimia : umpan beracun yang dipasang pada malam hari berbentuk campuran 250 gram dipterex 95 sl 125, 10 kg dedak serta 0, 5 gram gula merah serta dilarutkan dalam 10 liter air ; insektisida berbentuk dursban 20 ec atau hostahion 40 ec. 
  • Thrips/kutu loncat/kemeri ( thrips tabbaci lind. ) pengendalian : pergiliran tanaman bukan hanya liliaceae ; menanam dengan serempak ; menempatkan perangkap serangga berbentuk kertas/dengan insektisida mesurol 50 wp. 
  • Bercak ungu ( alternaria porri ( ell. ) cif. ) pengendalian : langkah perbaikan tata air tanah, pergiliran tanaman dengan tanaman bukan hanya liliaceae serta memakai bibit sehat. fungisida yang dipakai yaitu antracol 70 wp, dithane m-45, orthocide 50 wp atau difolatan 4f. 
  • Busuk daun/embun tepung ( peronospora destructor ( berk. ) casp ) pengendalian : memakai benih/bibit sehat, rotasi tanaman dengan tanaman bukan hanya liliaceae serta fungisida dithane m-45, antracol 70 wp atau daconil 75 sp. 
  • Busuk leher batang ( bortrytis allii munn. ) tanda-tanda : leher batang jadi lunak, berwarna kelabu, memiliki bentuk jadi bengkok serta busuk. pengendalian : pergiliran tanaman bukan hanya liliacea, pemakaian benih/bibit sehat, menambah kebersihan kebun serta tanaman serta fungisida dithane m-45 atau daconil 75 wp. 
  • Antraknose ( collectotrichum gleosporiodes penz. ) tanda-tanda : daun bawah rebah, pangkal daun mengecil serta tanaman mati mendadak. pengendalian : memakai bibit/benih sehat, perbaikan tata air, rotasi tanaman dengan tanaman bukan hanya liliaceae, mencabut tanaman yang sakit serta fungisida antracol 70 wp serta daconil 75 wp.  
Panen 
  • Umur panen 2, 5 bln. sesudah tanam. 
  • Jumlah anakan optimal ( 7-10 anakan ), sebagian daun menguning. 
  • Seluruh rumpun dibongkar dengan cangkul/kored di sore hari/pagi hari. 
  • Bersihkan akar dari tanah yang terlalu berlebih. 

-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label